Mendukung Prita Mulyasari Sepenuh Hati
Beberapa hari ini aku lagi banyak tugas keluar rumah, jadi ga full kerja (baca: di depan komputer)..
Kemaren sempet baca email Koeman ke milis alumni Tarakanita, minta dukungan soal Prita, menarik perhatian, tapi ga sempet menginvestigasi lebih lanjut…
Tadi siang sebelum pergi, sempet baca juga di milis SMP PL, email forwardan dari Ari, mulai gemez sama berita ini, tapi udah keburu-buru harus pergi..
Setelah pergi ke sana ke sini, sore pas nemenin Wahyu ke dokter gigi sempet nonton tv berita soal Prita, makin gemez dan mulai merasa I have to do something..
Sampai di rumah, yang pertama aku lakukan mbaca blog nya Tika, wah ternyata teman-teman udah mulai bergerak..
Sambil nemenin Raissa belajar buat EHB, aku join cause di Facebook, yang ternyata diprakarsai oleh Ika Ardina, seorang teman online, knowing her, ga heran kalau dia yang memprakarsai pergerakan di facebook. Waktu aku join, ada 69rb pendukung, pas aku tulis post ini, udah lebih dari 78rb orang yang mendukung, way to go!
Pas lagi beberes email di inbox, ada undangan join ke milis untuk mendiskusikan cara-cara mendukung Prita, hik.. ternyata Prita alumni Tarakanita juga.. makin berasa I have to do something!
Setelah Raissa tidur, aku masang banner-banner mendukung Prita di 6 web dan blog ku (rasanya masih ada lagi, tapi yang kepikiran baru 6 itu..), terus nulis post ini, abis ini rencana mau broadcast ke subscribers ku, moga2 mereka ga keberatan..
Prita, that’s the least I can do.. yang kuat ya Prita, puluhan ribu orang mendukung mu…
Berita terakhir:
- RS OMNI akan cabut gugatan bila Prita tidak meminta hasil lab trombosit
- Dukungan komunitas online di persidangan besok
What you can do:
Tambahan Kamis 4 Juni:
Prita memang sudah keluar dari LP Wanita.. tapi perjuangannya belum selesai.. dan Prita masih membutuhkan banyak dukungan…
Posted in My Thoughts
Prita harus dibebaskan dari Tuntutan RS. OMNI. Berjuang terus Bu Prita Ingat ada jutaan org mendukung ibu…..
Yang kuat menang dan yang lemah dikalahkan tanpa melihat kebenaran.
Tapi oleh hukum…..kebenaran dikatakan benar jika kita tidak dapat membuktikan kesalahannya……………..
by Jev
tuntut saja omni internasional biar ijinnya di cabut dan dia kapok…pok…..pok……! merdeka….Hidup prita…! hidup wong cilik…! hidup kebebasan internet..!
tidak perlu
mngp hrus ada instansi” bantuan bila disaat seseorang membutuhkan pertolongan hrus menimbulkan keluhan dan kerinduan serta perpisahan bersama” orang yang dicinta. hny pemimpin yang bijak dpt merasakannya…
tak sadar umat ini telah menganiaya sudaranya sendiri….
Tidak seharusnya OMNI menuntut mbak Prita. Seharusnya ketika mendengar kritikan semacam itu pihak OMNI mau menginstropeksi dan meningkatkan kualitas pelayanannya bukan malah menuntut pihak pengkritik. Kalo kyk gtw ya berarti masa depan OMNI cuma sampe 2009 aja tuh.
Saya setuju dengan Jaksa Agung yang menghukum jaksanya yang mudah di”suap”
Karena ulah APARAT seperti itu yang menjadikan Bangsa Indonesia Bodoh.
Saya berharap semoga PRITA bebas murni. dan saya akan muat di KORAN saya.
(KMN. Suara KONTRAS)
seharusnya jika merasa sudah benar pelayanannya Rs. Omni Internasional yang terhormat dalam menghadapi keluhan pasien seperti Ibu Prita ditanggapi dengan lebih meningkatkan mutu pelayanan…eh..malah nunjukan bobroknya pelayanan umum di negeri ini ..alias tidak boleh di complain walaupun salah…itulah indonesia…
sekarang ini k`ita sebagai pasien harus lebih kritis terhadap tindakan ataupun diagnosa yamg disampaikan oleh dokter.karna saya juga pernah menjadi korban salah diagnosa dokter di sangatta.moga aja prita dapat bebas atas segala tuntutan dan mendapatkan kopensasi atas kelalaian dokter.
mampir lagi ah..
kadang-kadang orang pinter dan gede menjadi terkalahkan oleh yang bodoh dan kecil ,kalau orang pinter itu lagi Emosi dan selalu bernapsu selalu ingin gagah.buktinya non prita hanya tulis-tulis di facebook doang,karena di usik-usik ehhh jadi seantero jagat yang nggak pernah tahu Internetpun jadi tahu deh kejelekan OMNI yang selalu ingin yang terbaik dan termegah…Kasihan juga
Aku dukung penuh Ibu Prita. Jangan hanya karena punya uang RS OMNI merasa bisa beli segalanya. Yang harus dia beli adalah : HATI yang besar untuk mengakui kesalahan, PIKIRAN yang lapang untuk bertanggung jawab dan MATA yang jernih untuk bisa melihat permasalahan. Jangan ada lagi kejadian seperti ini…:)
SEMUA ORG PD KASIHAN SM MBAK PRITA,TAPI AKU KESIANNYA SM MBAK OMNI. EH..SALAH,..MAKSUD SAYA RSI OMNI, NAPA ?
KARENA OMNI TELAH MENGGALI LUBANG KUBURNYA SENDIRI.APA LG DITAMBAH
ADANYA BERITA GUGATAN2X HARI INI, SEMAKIN DEKAT AJA AJALNYA.KESIAN TUH.
Kasus prita dapat terjadi kerena kita tidak pernah tau apa yang menjadi hak kita di negara ini karena selama ini kita selalu didoktrin mengenai kewajiban dan kewajiban…sebetulnya kalau tidak menjelang pilpres masalah ini tidak akan di blow up seperti ini tapi apapun hasilnya kita dukung prita
yaaaawch iniLah INDONESIA… no changeee, kalaupun change tanggung…!
SURVIVE…!!!
Saya dukung perjuangan prita….
itulah Indonesia, makanya mari kita pilih wakil rakyat yang merakyat bukan wakil yang me-RAYAP supaya bisa membantu dan memberikan PENGHIDUPAN DAN KESEJAHTERAAN bagi SELURUH RAKYAT INDONESIA.
pelajaran yang sangat pait yang dialami mba prita,derita fisik yang ia alami tentunya tak seberat derita bathin dia…sangat disesalkan dari pihak omni yang tak mau mengakui ke khilafanya..moga mba prita diberi kemudahan kesabaran menghadapi musibah yang datang bertubi2 ini…..
Supaya tidak terjadi kasus spt Ibu Prita ini terulang lagi, sebaiknya setiap RS diwajibkan mempunyai staf/devisi/departemen KRITIK & SARAN yang resmi dari RS tersebut, sehingga semua kritik dan saran sangat membantu meningkatkan pelayanan RS thdp pasien, bahkan dapat menaikkan opini masyarakat bahwa RS tersebut sangat familier.
Ini peristiwa yang datangnya dari Alloh SWT. agar paramedis inropeksi atau tidak lupa apa yang yang pernah diucapkan atau dikrarkan bahwa dulu sebelum jadi pegawai RS kan oleh lembaga akademisnya sudah disumpah diantaranya : demi Alloh saya berjanji tidak menelantarkan pasien yang datangnya dari mana saja tidak diskriminasi….. dst. Untuk itu mari kita dukung…merdeka Sdri.Prita Mulyasari Sepenuh Hati.Ini adalah salah satu bukti rendahnya kecerdasan sipiritual,emosional dan intektual… siapakah yang salah tidak perlu menyalahkan orang lain mari kita tanya diri kita masing-masing
DLAM KASUS INI JAKSA DAN KEPOLISIAN BISA DI PRAPERADILANKAN
TOLONG TEGAKAN HUKUM SETINGGI2NYA.
FAKTANYA HUKUM HANYALAH MILIK PARA PENGUASA
untuk kasus yg satu ini trbilang sngat sumir..
apabila pa yg tlah dnyatakan ny.prita dlm media itu bnar fakta adanya mngenai kekecewaan trhdp RS.omni ats playanan yg kurang baik..
pendapat saya sah sah saja ny. prita menyatakan kekecewaanya(sesuai dgn psl 28 UUD (ttg kbebsan mnyatakan pndpt).wlhasil penyataanya mngandung unsur pncemaran nma baik.,ini mrupakan suatu bnturan dua norma,
secara yuridis,(lex specialis derogat lex generalis)=pabila hukum yg satu brtetangan dgn hukm yg lainya,maka hukum yg digunakan adlh hukum yg lbh tinggi strukturalnya,.
secara yuridis UU psl 28 lah yg lbh berkompeten untuk mlindunginy.prita & UU.perlindungan konsumen..
sya sunguh kecewa dgn tuntutan jaksa,slama pa yg diungkapkan ny.prita itu bnar fakta,prnyataanya dilindungi olh psl 28 UUD..
DIMANA HUKUM DAN KEBENARANYA…..?
Saya sangat prihatin dengan Jeng prita, dan menyangkan lemah nya UU tentang teknologi informasi di Indonesia… Seharusnya pemerintah menambah lagi dan memperkuat UU tentang Teknologi informasi di negara Ini.
sesuatu yang terjadi sudah diatur tidak ada yang kebetulan, semoga bu prita tetap tabah, sabar dan oktimis menghadapi hari esok yang lebih baik semoga kebenaran menyertai aktivitas kita, wassalam
Yang namanya komplain itu biasa, apalagi masalah medis. cuma disini kasus prita kental banget arogansi dari RS OMNI seharusnya gak perlu sampai ditahan boss.
Mudah2an semua akan selesai dengan baik…. dan kebenaran akan terungkap…..
Apa yang dilakukan Ibu Prita adalah tindakan yang patut didukung, karena dia membela haknya.
maaf saya baru baca e-mail nya, lagi sering ke luar kota, nih mba..
iya, sejak ada kasus Prita ini saya jadi takut utk kasih pendapat atau keluhan..
insya allah saya berikan dukungan saya. smg Allah memberkahi.
thx ya..
Yang namanya rumah sakit itu baik juga….tapi yang disayangkan..hak-hak pasien belum diperhatikan secara serius terlebih tentang sakit dan teknik pengobatan yang ditawarkan…
Saya memberi spirit besar untuk kasus ini, mudah-mudahan masa depan kita di negeri ini dan di bumi ini lebih bermartabat…
aku rasa ga ada masalah, mengeluarkan pendapat, dan keluhan yang kita rasakan. bukanya dengan kritikan mbak prita menjadi pr bagi rumah sakit omni internasional. jgn cepat marah dan bertindak anarkis donk. seseorang yang beriman dia pasti berterima kasih telah di ingatkan oleh sesama kaumnya.